Pengaruh kedekatan siswa dengan guru


GURU-GURU adalah orangtua bagi anak-anak di sekolah. Artinya, sebagai orangtua, mengenal dengan baik guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada si buah hati adalah solusi cerdas agar lebih mudah mengetahui kendala dan masalah yang dihadapi anak selama di sekolah.

Pendekatan dengan guru ataupun kepala sekolah bisa dilakukan dengan seringsering berkunjung ke sekolah, mengikuti setiap acara kurikuler anak atau sesekali membawakan buah tangan di saat sekolah sedang istirahat. Pendekatan dengan guru akan membuat orangtua mudah berkomunikasi dan lebih cepat mengetahui apa pun kejadian yang terjadi pada anak-anaknya.

”Selama ini orangtua beranggapan ketika berada di sekolah anakanak mereka selalu baik-baik saja,padahal di sekolah anak bertemu dengan banyak teman yang tidak semuanya cocok dengan dirinya,” kata Kepala SDN Kelapa Gading Widyawati Sudradjat. Dia menambahkan, seharusnya orangtua juga rajin bertanya kepada anak-anaknya bagaimana keadaannya di sekolah, sering-sering bertanya siapa saja teman dekat anak dan siapa yang paling tidak disukai.

”Dengan mengetahui latar belakang situasi anak di sekolah,semua trauma untuk ke sekolah bisa diatasi,”sebut wanita berjilbab ini. Trauma anak untuk datang ke sekolah Widyawati menyebutkan bisa diatasi dengan segera asalkan orangtua bisa mengarahkan anak untuk menyelesaikan problema yang dihadapi.”Ajarkan juga pada anak tentang kesiapan psikologis agar mampu mengatasi masalah penyebab trauma itu,”katanya.

Cara lainnya untuk mengatasi trauma anak terhadap sekolah bisa juga dilakukan dengan menceritakan ceritacerita bertema pahlawan kebaikan yang menang melawan kejahatan. ”Biasanya trauma anak lebih cepat hilang jika diceritakan bagaimana tokoh favoritnya berjuang mengatasi masalah. Jadi orangtua juga harus pintar-pintar mencontohkan tokoh favorit hingga tertanam pada anak,”ujarnya lagi.

Solusi cerdas lainnya bagi orangtua yang anak-anaknya mendadak menjadi malas ke sekolah adalah dengan membantu kesulitan mereka dengan mencari tahu apa sebenarnya permasalahannya. Jangan sekali-kali memaksa, tapi berbicara baik-baik adalah jalan keluar terbaik.

Memang butuh waktu untuk sampai pada akar permasalahannya. Kalau memang harus berhenti dari sekolah untuk sementara waktu sampai permasalahannya tuntas, lebih baik dilakukan jika itu menjadi solusi terbaik. ”Asalkan anak-anak nyaman,di mana pun mereka bersekolah pelajaran yang diajarkan kepada mereka akan terserap lebih mudah,” tutur Widyawati. (bernadette lilia nova)

Tentang Lukman

orang yang benci, dan dengki padamu akan menuduhmu melakukan kesalahan, bukan kamu melakukan kesalahan, tapi kedengkian orang itu yang menjadikan apa saja salah di matanya. sebab keburukan hatinya itu melahirkan keburukan. sepiteng/ penampung tinja itu selalu mengeluarkan bau busuk, sekalipun kamu berdiri di sampingnya dalam pakaian baru dan minyak wangi mahal, penampung tinja itu tak akan mengomentari dengan bau wangi, tetap saja dia berkomentar dengan bau busuk -mahkota ruhani-
Pos ini dipublikasikan di Berita, DIKNAS, Metode Belajar, Pendidikan, Psikologi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s