Metode Belajar “SDS (Student Directed Strategies)”


Sekarang ini banyak guru yang tidak dihargai, mereka bersusah payah untuk membuat anak-anak Indonesia menjadi pintar dan cerdas yang memiliki kemampuan tinggi. Guru tidak mengharapkan sebuah imbalan, tapi guru perlu sebuah penghargaan yang tinggi daripada pekerjaan lainnya. Nenek-kakek kita, orang tua kita, kakak kita, adik kita, saudara kita, dan teman-teman kita menjadi orang yang dapat menghitung dan membaca. Semua itu karena seorang guru yang tanpa hentinya mendidik kita sampai kita bisa membaca dan menghitung. Guru adalah orang tua kita juga yang bekerja keras mendidik kita dari nol sampai kita tahu segalanya.

Pendidikan bagi sebuah negeri sangatlah penting karena dengan adanya teknologi yang sudah semakin canggih maka pendidikan pun perlu ditingkatkan. Peningkatan ini dimulai dari profesionalitasnya guru dalam mendidik siswa agar menjadi orang yang cerdas, hal ini pun tidak lepas dari fasilitas-fasilitas pendukungnya seperti alat dan bahan media pembelajarannya. Profesionalitas guru dilihat dari bagaimana cara guru itu mengadakan pembelajaran dikelas terhadap siswa-siswanya dan metode pembelajaran yang dipakai.

Dewasa ini banyak guru yang hanya berceramah di kelas dan siswa pun hanya berdiam saja di bangku sekolah tanpa ada aktivitas yang membuat mereka aktif. Untuk dari itu, diperlukan sebuah metode yang menunjang  keaktifan mereka di kelas.

Banyak sekali metode-metode mengajar yang ditawarkan para ahli saat ini, namun hanya beberapa metode mengajar yang efektif untuk digunakan. Diantaranya metode yang tergabung dalam ACTIVE LEARNING, pembelajaran yang terpusat pada siswa sehingga siswa menjadi aktif tidak pasif lagi adalah SDS (Student Directed Strategies). SDS ini menjadikan guru sebagai pendukung dan pengawas pembelajaran dan menjadikan siswa sebagai tokoh utama dalam pembelajaran.

Metode SDS ini pernah di uji coba dalam pembelajaran Matematika tingkat SMA, dan hasilnya pun memuaskan. Para siswa sangat senang dengan adanya metode yang lain dari yang lainnya seperti SDS ini. Mereka mengharapkan SDS ini dapat digunakan di sekolah-sekolah baik tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA.

Dasar dari SDS ini adalah bekerja dalam sebuah kelompok, tapi bukan belajar kelompok seperti biasanya.

Cara kerja SDS ini, antara lain :

  1. Siswa dapat dibagi beberapa kelompok yang diantaranya terdiri dari 3-5 siswa,
  2. Kemudian guru sebelumnya membuat lembar kerja kelompok yang terdiri dari 5-10 soal untuk dikerjakan oleh tiap kelompok,
  3. Lembar kerja tersebut dibagi kedalam beberapa ronde dan tiap ronde di beri waktu pengerjaan selama 15-30 menit
  4. Setelah siswa siap pada kelompok masing-masing guru membagikan lembar kerja tersebut dan memberikan waktu 15-30 menit tiap rondenya untuk mengerjakan, ronde ini dapat dilakukan sebanyak-banyaknya
  5. Jika selesai ronde pertama dilanjutkan ke ronde berikutnya, begitu seterusnya sampai jam pelajaran dikelas berakhir
  6. Sebelum jam pelajaran berakhir, sebaiknya guru menyisakan waktu sekitar 15 menit untuk membahas dan memberikan kesimpulan

Dengan metode belajar mengajar ini, kita dapat menjadikan siswa aktif , kreatif, dan inovatif. Namun, metode yang efektif dan menarik hanya beberapa yang dapat meningkatkan siswa aktif. Anda dapat mencoba metode SDS ini di sekolah yang anda mau, kekurangannya dapat anda kreatifkan sendiri sesuai dengan kemampuan siswa.

by: Ferra Yuliantika, S.Pd

(Guru Matematika)

Tentang Lukman

orang yang benci, dan dengki padamu akan menuduhmu melakukan kesalahan, bukan kamu melakukan kesalahan, tapi kedengkian orang itu yang menjadikan apa saja salah di matanya. sebab keburukan hatinya itu melahirkan keburukan. sepiteng/ penampung tinja itu selalu mengeluarkan bau busuk, sekalipun kamu berdiri di sampingnya dalam pakaian baru dan minyak wangi mahal, penampung tinja itu tak akan mengomentari dengan bau wangi, tetap saja dia berkomentar dengan bau busuk -mahkota ruhani-
Pos ini dipublikasikan di Metode Belajar, Pendidikan dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Metode Belajar “SDS (Student Directed Strategies)”

  1. Ell Anshory berkata:

    yang saya tanyakan, sebelum membagi siswa dalam 3-5 kelompok_apakah sebelumnya diterangkan materi teerlebih dahulu???
    Thanks…….

  2. haisa berkata:

    mau tanya,,, metode SDS ini, ada buku referensinya gak yah… trima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s