decorative night


At night the stars twinkle brightly
Thou shalt lie down on the clouds
To welcome the goddess of the moon
Step walked tip of the sky
Soul embraced wind
Only one who imagined yourself

While time continues to run
Thou shalt keep carve taste
Your name has now been woven dihati
Beautiful plastered corner of the soul
Glaring eyes glowing
End of life care tetapku

Titian cloud soul knitting
Eagle flying across the sky
Moans sounded hollow heart
Includes fantasy and dreams
Imagination to look at s’lalu
Dream to s’lalu pikirkanmu
My’ll never forget you

Speech heart would not met
But I feel
There was up to the end of the ocean
Expression of the heart will shine
When people in power
My hope still you hear
Expression of longing in me

Tentang Lukman

orang yang benci, dan dengki padamu akan menuduhmu melakukan kesalahan, bukan kamu melakukan kesalahan, tapi kedengkian orang itu yang menjadikan apa saja salah di matanya. sebab keburukan hatinya itu melahirkan keburukan. sepiteng/ penampung tinja itu selalu mengeluarkan bau busuk, sekalipun kamu berdiri di sampingnya dalam pakaian baru dan minyak wangi mahal, penampung tinja itu tak akan mengomentari dengan bau wangi, tetap saja dia berkomentar dengan bau busuk -mahkota ruhani-
Pos ini dipublikasikan di puisi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s